Indonesia in Shanghai Expo
Long weekend, teman-teman. Di rumah, ga ada kerjaan, jadilah saya ngeblog saja. Uda lama sih.
Awal mei yang lalu, gw berkesempatan pergi (atau pulang?) ke negara kelahiran nenek (ibunya nyokap) bersama nyokap dan bokap. It was my first time to China. Excited banget, dan karena pertama kali, gw ngeblank tentang persiapan yang seharusnya gw lakukan, seperti membawa sekardus indomie atau sekedar sambel botolan dari sini. Tanya kenapa? Makanan di situ bikin gw menderita. Padahal gw penggemar chinese food (di Indonesia), tapi err... Lupakan saja.
Setelah beberapa hari di kota Shenzhen, tempat sepupu dan om nyokap berada, kami pindah ke Guangzhou. Dan tanggal 7 berangkat ke Shanghai. Sebenernya baru tau beberapa hari sebelumnya kalo Shanghai Expo ternyata uda buka tanggal 1 Mei, jadi waktu ke Shanghai bisa ke sana. Jujur aja waktu itu gw ga ngerti isi exponya itu apa, sampai uda di China, nonton di tv sana.
Singkat cerita, tanggal 7 itu mulai jalan di exponya dari siang sejak tiba di kota itu, sampai malam. Kaki uda mau putus dan kedinginan banget. Jarak 1 gedung pavillion ke gedung lain ternyata jauh, dan hujan rintik-rintik. Suhu sekitar 20 derajat di tengah hari, dan tinggal 15-an waktu sore menjelang malam.
Karena ikut tur, kita-kita dikasi passport expo sebelum nyampe ke tempatnya. Gw langsung buka-buka, cari Indonesia. Ternyata ga ada. Kecewa berat. Baru setelah liat di peta, ternyata ada pavillion Indonesia, yang ada di agak ujung dari tempat kami masuk. Hari pertama (tanggal 7), ga sempat masuk ke sana. Malam sebelum pulang, sempat ngelewatin dan denger lagunya dari luar. Ada lagu Padamu Negeri, sama beberapa lagu daerah.
Tanggal 8 ke expo lagi dari pagi. Dari pagi itu uda hujan aja gerimis dengan angin yang kenceng. Dinginnya seampun-ampun. Di sore hari itu termometer raksasa menunjukkan suhu 6 derajat. Karena hari pertama ga ke pavillion Indonesia, hari kedua gw uda berencana harus ke sana. Bonyok setuju, kami pun ke sana. Kebetulan pintu masuk hari kedua ga jauh-jauh amat dari kawasan Asia.
And here are some photos. Maaf ga terlalu bagus fotonya. Maklum, bukan fotografer beneran. ;p
Di setiap pavillion, biasanya, mereka nyediain cap khusus buat dikoleksi. Maksudnya di passport yg ada gambar-gambar pavillion dan nama negaranya itu kita bisa minta cap layaknya passport biasa. Nah, karena Indonesia ga ada di passport, gw mintanya di halaman paling pertama tempat nulis data diri. Di situ juga tertulis "nationality: Indonesia". Mba yang tukang capnya ternyata orang Indonesia (sepertinya orang Jawa), langsung senyum sama gw, dan nanya "oh, orang Indonesia ya?" dengan ramahnya. :D
Pavillion Indonesia termasuk gede, dan lumayan rame. Ada macem-macem di dalamnya, tentang alam (laut dan lainnya), batik, wayang, borobudur, gamelan, dan lainnya. Designnya juga keren dengan pencahayaan yang manis. Pengunjung digiring jalan menanjak dan menurun dalam barisan, sehingga ga berdesak-desakan. Sebenarnya bisa dimaklumi, mengingat jumlah pengunjung expo yang dahsyat banget (walaupun hujan dan angin kencang), tapi sayangnya waktu untuk melihat-lihat lebih lama malah tidak ada. Tadinya gw berharap ada orang yang tengah membatik di sana, biar orang-orang bisa melihat bagaimana pembuatan batik itu. Gw juga sedikit kecewa karena banyak penjaga-penjaga di sana sepertinya bukan orang Indonesia, dilihat dari bahasa mandarin mereka yang berlogat.
Tulisan "Indonesia is" ada di mana-mana, bikin gw bingung awalnya. Maksudnya apa ya? Ternyata di bagian agak akhir pavillion ada beberapa foto di mana tulisan "Indonesia is" dipasang bersama beberapa kata sifat, seperti resourceful, creative, glorious, dll.
Lucunya, seperti di pavillion lain, di sana juga ada penjualan souvenir. Ada kain batik, kaos-kaos, dll. Tiba-tiba bokap nawarin, mau beli popmie ga. Sumpah, gw uda seneng banget, akhirnya ada makanan yang membahagiakan setelah penderitaan selama seminggu. Walaupun di rumah gw ga terlalu suka popmie. Terus gw ma bokap keliling-keliling, dan emang ada stand indofood (sponsor kayaknya). Dan dengan sedihnya ada tulisan kalo indomie dan popmie yang dipajang tidak dijual. Huh.
Bagi yang tertarik ke world expo, Shanghai, masih bisa loh. Dibuka sampe tanggal 31 oktober nanti. :)
